SBTI · MALO
Si Semut Kantoran
“Hidup ini cuma mode permainan, dan aku cuma monyet yang lelah.”
Kawan, kamu bukan “masih punya hati anak-anak” – kamu cuma belum berevolusi. Jiwamu masih tertinggal di era bahagia saat bergelantungan di pohon dan berayun di akar sulur, matanya berbinar begitu melihat pisang. Saat nenek moyang manusia memutuskan turun dari pohon, belajar berdiri tegak, mengenakan setelan dan dasi, leluhur MALO menonton mereka dari pohon di dekatnya, menggaruk pantatnya, lalu mengeluarkan bunyi “cip” yang meremehkan. Mereka sudah melihat semuanya: yang disebut “peradaban” cuma permainan berbayar paling membosankan dan paling tidak seru. Aturan boleh sesekali dilanggar, langit-langit ruangan tempat bergelantungan terbalik, ruang rapat tempat melakukan salto. MALO sendiri adalah sosok yang jatuh dari lubang ide raksasa dan lupa menutup pintunya.
Influencer (mengajari orang berbaring), kurir makanan (mengantar sambil berbaring), pekerja lepas (sebenarnya pengangguran)
Berbaring terlalu lama sampai benar-benar tak bisa bangun, resume kosong melompong
Indeks 15 Dimensi
Perbandingan Dimensi
Semua Tipe Kepribadian
Bagikan ke temanmu dan lihat apakah mereka lebih ekstrem darimu
